?

Sabtu, 14 Juli 2012

ORIENTASI

hari yang sendu, sebentar cerah, dan kembali hujan... tak terasa sudah seminggu ku menuntut ilmu di Madrasah Aliyah Negeri 2 Pontianak. Banyak hal yang benar-benar harus ku perdalam di lingkungan ini terutama (sikap, tingkah, dan perilaku). Ku rombak habis kepribadian ini lalu merubahnya menuju kebaikan yang sempurna. Di sini diriku seakan begitu tertantang saat pertama kalinya kaki ini  menginjakkan disebuah kelas (X.B). 40 sosok baru yang ramah ku kenali satu persatu. Mereka adalah orang hebat (prokprok)^^. Seputar sekolah baru, tak banyak yang dapat ku sampai disini.. Berhubung proses penyesuaian ini masih tahap awal, juga pergaulan kami yang belum begitu erat. Jadi, sampai disini dulu orientasiku di Madrasah baru :)

Sabtu, 07 Juli 2012

REBOISASI CINTA


Sore ini, rintik hujan membasahi teras kamarku.. terbias kesana kemari terbawa angin. Aku berdiri di bawah mendung ditengah hujan. Menengadahkan kepala sambil terpejam. Membuka tangan ini selebar-lebarnya. Damai dan tentram menyelimuti jiwaku. pikiranku melayang terbawa angin. dinginnya suasana menambah ketenangan dalam hati. Dalam kesunyian hatiku bicara.. mengungkap kesalahan yang kulakukan. Akulah sosok perusak!” ucap hatiku. Tersesak seketika nafas ini hingga ku menghelanya lalu teringat kalimat itu memang benar. Selama ini aku memang salah mencintai. Cinta yang kupupuki dengan kasih sayang, hingga tumbuh sebesar ini harus ku cabut dengan paksa! perjuangan yang sia sia. Susah payah aku mencari bibitnya, susah payah aku menyembunyikannya, susah payah aku menjaga dan merawatnya agar tak ada yang layu. tapi ternyata percuma. Kini cinta itu harus ku cabut! Harus ku hancurkan! harus ku kubur sedalam-dalamnya. Setetes air mata keluar dan mengalir perlahan membasahi pipi ini. Mencoba untuk tenang akhirnya ku bisa menenggelamkan kenyataan pahit ini. Perlahan ku buka mata ini. Hati yang damai telah kembali. Terlihat seberkas pelangi melengkung indah dihadapanku. Tuhan tau apa yang kurasakan saat ini. seakan dia datang bersama pelangi. Menjelaskan padaku bahwa ini bukan untuk di tangisi. Kusapu air mata ini seulas senyum ku perlihatkan pada pelangi. 

Seolah dia telah mendengar ungkapan hatiku sebelumnya. Pelangi yang indah.. sepertinya jalanku masih panjang. Salah besar jika aku harus membuntukan jalan ini dengan kesedihan. Ini hanya tumpukan duri yang memang harus ku lalui dalam hidup. Mungkin didepan masih ada kerikil-kerikil kecil yang harus kulewati. Tapi apakah aku tidak berfikir? Bahwa di suatu ketika kita akan melewati jalan yang licin tanpa perlu melangkah. Yah aku harap saat itu akan tiba. Walau lambat, aku harus sabar menunggunya. Maafkan ku cinta … sepertinya bibit lain harus ku tanam lagi dan akan kurawat sebaik - baik mungkin hingga tumbuhlah bunga diatasnya :’)

Selasa, 03 Juli 2012

BINGKAI



Aku sadar kita telah berada di penghujung waktu, di awal jarak. Hingga tak terasa.. begitu deras air mata ini mengalir membasahi pipi karena tak mampu mengungkap kebahagiaan yang terjalin seiring waktu dan tak berpenghujung.  walau  waktu ini bagai sebutir pasir digurun, tapi.. ingin rasanya aku membangun bukit – bukit kecil penuh canda tawa bukan lembah besar berbendung air mata kesedihan. Ribuan hari terukir menjadi  jutaan kisah berwarna, abadi, dan sulit dilukiskan. Langkah demi langkah kita lewati. Waktu demi waktu kita nikmati. Sedih, tawa, suka, duka tersusun rapi dalam kenangan. Tuhan.. mungkin saat ini sulit rasanya bagi kami untuk berpisah tapi janganlah kau persulit kami untuk kembali bersama. Diantara kami, telah tercipta sebuah cinta. Cinta yang dilengkapi warna dan bingkai manis di tepinya. Cinta yang menjadi perekat di antara kami. Begitu sulit untuk menghapusnya. Kawan “jadikan ini perpisahan yang  termanis yang indah dalam hidupmu sepanjang waktu” semua berakhir tanpa dendam dalam hati maafkan kesalahanku yang mungkin menyakitimu”. Ingat dalam hati, ini bukanlah akhir dari segalanya, masa depan masih menanti kita untuk bersatu kembali menjadi insan yang sukses dan berakhlak mulia. (Y)