hari yang sendu,
sebentar cerah, dan kembali hujan... tak terasa sudah seminggu ku menuntut ilmu
di Madrasah Aliyah Negeri 2 Pontianak. Banyak hal yang benar-benar harus ku
perdalam di lingkungan ini terutama (sikap, tingkah, dan perilaku). Ku rombak
habis kepribadian ini lalu merubahnya menuju kebaikan yang sempurna. Di sini
diriku seakan begitu tertantang saat pertama kalinya kaki ini
menginjakkan disebuah kelas (X.B). 40 sosok baru yang ramah ku kenali satu
persatu. Mereka adalah orang hebat (prokprok)^^. Seputar sekolah baru, tak
banyak yang dapat ku sampai disini.. Berhubung proses penyesuaian ini masih tahap
awal, juga pergaulan kami yang belum begitu erat. Jadi, sampai disini dulu
orientasiku di Madrasah baru :)
Sabtu, 14 Juli 2012
Sabtu, 07 Juli 2012
REBOISASI CINTA
Sore ini,
rintik hujan membasahi teras kamarku.. terbias kesana kemari terbawa angin. Aku
berdiri di bawah mendung ditengah hujan. Menengadahkan kepala sambil terpejam.
Membuka tangan ini selebar-lebarnya. Damai dan tentram menyelimuti jiwaku.
pikiranku melayang terbawa angin. dinginnya suasana menambah ketenangan dalam hati.
Dalam kesunyian hatiku bicara.. mengungkap kesalahan yang kulakukan. Akulah
sosok perusak!” ucap hatiku. Tersesak seketika nafas ini hingga ku menghelanya
lalu teringat kalimat itu memang benar. Selama ini aku memang salah mencintai.
Cinta yang kupupuki dengan kasih sayang, hingga tumbuh sebesar ini harus ku
cabut dengan paksa! perjuangan yang sia sia. Susah payah aku mencari bibitnya,
susah payah aku menyembunyikannya, susah payah aku menjaga dan merawatnya agar
tak ada yang layu. tapi ternyata percuma. Kini cinta itu harus ku cabut! Harus
ku hancurkan! harus ku kubur sedalam-dalamnya. Setetes air mata keluar dan
mengalir perlahan membasahi pipi ini. Mencoba untuk tenang akhirnya ku bisa
menenggelamkan kenyataan pahit ini. Perlahan ku buka mata ini. Hati yang damai
telah kembali. Terlihat seberkas pelangi melengkung indah dihadapanku. Tuhan
tau apa yang kurasakan saat ini. seakan dia datang bersama pelangi. Menjelaskan
padaku bahwa ini bukan untuk di tangisi. Kusapu air mata ini seulas senyum ku
perlihatkan pada pelangi.
Seolah dia telah mendengar ungkapan hatiku
sebelumnya. Pelangi yang indah.. sepertinya jalanku masih panjang. Salah besar
jika aku harus membuntukan jalan ini dengan kesedihan. Ini hanya tumpukan duri
yang memang harus ku lalui dalam hidup. Mungkin didepan masih ada
kerikil-kerikil kecil yang harus kulewati. Tapi apakah aku tidak berfikir?
Bahwa di suatu ketika kita akan melewati jalan yang licin tanpa perlu
melangkah. Yah aku harap saat itu akan tiba. Walau lambat, aku harus sabar
menunggunya. Maafkan ku cinta … sepertinya bibit lain harus ku tanam lagi dan
akan kurawat sebaik - baik mungkin hingga tumbuhlah bunga diatasnya :’)
Selasa, 03 Juli 2012
BINGKAI
Langganan:
Postingan (Atom)


