BINGKAI

Aku sadar kita telah berada di
penghujung waktu, di awal jarak. Hingga tak terasa.. begitu deras air mata ini
mengalir membasahi pipi karena tak mampu mengungkap kebahagiaan yang terjalin
seiring waktu dan tak berpenghujung. walau waktu ini bagai sebutir
pasir digurun, tapi.. ingin rasanya aku membangun bukit – bukit kecil penuh
canda tawa bukan lembah besar berbendung air mata kesedihan. Ribuan hari
terukir menjadi jutaan kisah berwarna, abadi, dan sulit dilukiskan.
Langkah demi langkah kita lewati. Waktu demi waktu kita nikmati. Sedih, tawa,
suka, duka tersusun rapi dalam kenangan. Tuhan.. mungkin saat ini sulit rasanya
bagi kami untuk berpisah tapi janganlah kau persulit kami untuk kembali
bersama. Diantara kami, telah tercipta sebuah cinta. Cinta yang dilengkapi
warna dan bingkai manis di tepinya. Cinta yang menjadi perekat di antara kami.
Begitu sulit untuk menghapusnya. Kawan “jadikan ini perpisahan yang
termanis yang indah dalam hidupmu sepanjang waktu” semua berakhir tanpa dendam
dalam hati maafkan kesalahanku yang mungkin menyakitimu”. Ingat dalam hati, ini
bukanlah akhir dari segalanya, masa depan masih menanti kita untuk bersatu
kembali menjadi insan yang sukses dan berakhlak mulia. (Y)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar