?

Selasa, 03 Juli 2012

BINGKAI



Aku sadar kita telah berada di penghujung waktu, di awal jarak. Hingga tak terasa.. begitu deras air mata ini mengalir membasahi pipi karena tak mampu mengungkap kebahagiaan yang terjalin seiring waktu dan tak berpenghujung.  walau  waktu ini bagai sebutir pasir digurun, tapi.. ingin rasanya aku membangun bukit – bukit kecil penuh canda tawa bukan lembah besar berbendung air mata kesedihan. Ribuan hari terukir menjadi  jutaan kisah berwarna, abadi, dan sulit dilukiskan. Langkah demi langkah kita lewati. Waktu demi waktu kita nikmati. Sedih, tawa, suka, duka tersusun rapi dalam kenangan. Tuhan.. mungkin saat ini sulit rasanya bagi kami untuk berpisah tapi janganlah kau persulit kami untuk kembali bersama. Diantara kami, telah tercipta sebuah cinta. Cinta yang dilengkapi warna dan bingkai manis di tepinya. Cinta yang menjadi perekat di antara kami. Begitu sulit untuk menghapusnya. Kawan “jadikan ini perpisahan yang  termanis yang indah dalam hidupmu sepanjang waktu” semua berakhir tanpa dendam dalam hati maafkan kesalahanku yang mungkin menyakitimu”. Ingat dalam hati, ini bukanlah akhir dari segalanya, masa depan masih menanti kita untuk bersatu kembali menjadi insan yang sukses dan berakhlak mulia. (Y)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar